Hubungan antara LCA dan jumlah emisi CO2 dalam rantai pasokan: jumlah emisi GHG apa yang seharusnya diberikan pemasok kepada pembeli?
Seiring dengan meningkatnya upaya keberlanjutan perusahaan, semakin banyak kasus di mana pemasok diharuskan untuk memberikan data jumlah emisi CO2 per unit produk kepada pembeli. Untuk mengurangi jumlah emisi gas rumah kaca (GHG), pertimbangan tidak boleh terbatas pada fase penggunaan produk saja. Penting untuk menghitung jumlah emisi GHG (jejak karbon) di seluruh produk dan aktivitas perusahaan menggunakan penilaian siklus hidup (LCA) dan Protokol GHG.
Anda dapat mengetahui lebih lanjut tentang jejak karbon di sini.
→ Apa itu Jejak Karbon (CFP)? Penjelasan metode perhitungan dan contoh yang mudah dipahami.
Berdasarkan standar produk Protokol GHG, jumlah emisi CO2 per unit produk yang harus diberikan pemasok kepada pembeli adalah dari awal hingga akhir (sampai pemasok menjual produk tersebut).
Kami akan memberikan penjelasan rinci tentang proses akuntansi yang harus diikuti oleh pemasok dan penilaian siklus hidup (LCA) yang harus dipertimbangkan saat melakukan akuntansi.
Apa itu Penilaian Siklus Hidup (LCA)?
Penilaian siklus hidup adalah metode untuk mengevaluasi secara kuantitatif nilai lingkungan suatu produk atau Layanan di seluruh siklusnya, dari pengadaan bahan baku hingga Manufaktur, penjualan, dan pembuangan/daur ulang.
Penilaian ini mencakup penggunaan Energi, konsumsi sumber daya, produksi limbah, dan jumlah emisi CO2.
jumlah emisi CO2, khususnya, merupakan indikator penting dalam LCA karena dianggap sebagai penyebab utama pemanasan global. jumlah emisi CO2 per unit produk yang disediakan oleh pemasok dihitung berdasarkan hasil LCA ini, dan data ini sangat penting bagi pembeli untuk memahami dampak lingkungan saat memilih dan menggunakan produk tersebut.
Proses akuntansi pemasok
Standar Produk Protokol GHG merekomendasikan agar pemasok membagikan Faktor emisi CO2 untuk setiap produk dari awal hingga akhir (sampai pemasok menjual produk tersebut) agar pembeli dapat menghitung produk dan Layanan yang dibeli sebagai Kategori 1 Scope 3 3.
Cradle to Gate adalah konsep untuk Pengaturan ruang lingkup ketika menilai dampak lingkungan dari siklus hidup suatu produk. Konsep ini merujuk pada proses mulai dari penambangan bahan baku produk, pengangkutan dari perusahaan pertambangan ke pemasok, hingga pengolahan dan pembuatan oleh pemasok. Untuk setiap aktivitas ekonomi yang menghasilkan emisi CO2 selama proses tersebut, pemasok mengalikan volume aktivitas dengan Faktor emisi yang sesuai, menjumlahkan totalnya, dan memberikannya kepada pembeli sebagai jejak karbon.
Di sisi lain, pembeli didorong untuk menghitung dan mengungkapkan kepada konsumen akhir jumlah emisi CO2 dari awal hingga akhir siklus hidup produk (dari saat konsumen akhir menggunakan produk hingga produk tersebut dibuang).
Perbedaan antara Cakupan 3 dan LCA
jumlah emisi CO2 yang diberikan oleh pemasok adalah informasi yang dibutuhkan pembeli untuk menghitung Kategori 1 dari Lingkup 3 di bawah Protokol GHG. Keduanya merupakan metode untuk memahami dampak lingkungan secara komprehensif, tetapi berbeda dalam cakupan dan tujuannya.
Untuk informasi lebih lanjut tentang Protokol GHG dan setiap Ruang Lingkup, silakan lihat halaman ini.
Perbedaan utamanya terletak pada dua poin berikut:
① Target evaluasi
・LCA: Dampak lingkungan dari produk dan Layanan
・Lingkup 3: jumlah emisi GHG yang dihasilkan dari aktivitas bisnis perusahaan, termasuk yang berasal dari aktivitas bisnis dalam rantai pasokan
② Ruang lingkup aplikasi
・LCA: Seluruh siklus hidup suatu produk atau Layanan(dari Manufaktur hingga pembuangan)
・Lingkup 3: jumlah emisi GHG di seluruh rantai pasokan dalam aktivitas perusahaan
Sementara LCA adalah metode evaluasi yang menargetkan produk dan Layanan, Scope 3 menargetkan aktivitas rantai pasokan.
ringkasan
Untuk memahami dampak lingkungan dari produk dan Layanan suatu perusahaan, penting untuk mempertimbangkan tidak hanya tahapan penggunaan dan pembuangan oleh konsumen, tetapi juga tahapan pengadaan bahan baku dan Manufaktur. Jika pemasok memberikan data jumlah emisi CO2 yang akurat dan terperinci dari perspektif LCA, maka akan memungkinkan untuk mengevaluasi dampak seluruh rantai pasokan secara komprehensif.
Mari kita pahami dampak lingkungan dengan mengingat LCA dan berupaya menguranginya.
di seluruh rantai pasokan
Perhitungan/visualisasi jumlah emisi GRK,
Untuk manajemen terpusat item lingkungan
Zeroboard
Untuk informasi lebih rinci dan Hubungi kami tentang seluruh Layanan ,
Silakan periksa di sini.


